geofisika indonesia  konsultan geofisika bandungtaxi faregeofisika indonesia  konsultan geofisika bandung

Metode Magnetotelurik (MT & AMT) Untuk Mendeteksi Struktur Geologi Yang Dalam

Metode magnetotelurik (MT) dan AMT merupakan metode elektromagnetik geofisika dengan prinsip elektromagnetik. Metode magnetotelurik (MT) dan AMT dipergunakan untuk mendeteksi struktur geologi yang dalam pada lapisan bumi.

Metode Magnetotelurik (MT) dan AMT

Gambaran Metode Magnetotelurik (MT) dan AMT

Magnetotelurik (MT) dan Audio-frequency MT (AMT) merupakan teknik survei dan pencitraan elektro-magnetik yang menggunakan yang terjadi secara alami pada lapisan ionosfer dan badai petir. Keduanya merupakan sumber energi pasif dari gelombang elektromagnetik. Metode ini mampu untuk memetakan struktur geologi sampai dengan kedalaman 500 meter atau lebih.

Metode magnetotelurik (MT) dan AMT ini menggabungkan pengukuran medan listrik bumi dan medan magnet melalui pita frekuensi yang luas. Frekuensi rendah akan dapat menembus lapisan dalam bumi dan frekuensi tinggi dapat menembus bagian dangkal lapisan bumi.

Prinsip Kerja Metode MT dan AMT

Sinyal dari sumber alami ini yang dihasilkan di atmosfer dan magnetosfer.  Sinyal magnetotelurik – MT (frekuensi rendah <1 Hz) dihasilkan dari interaksi antara magnetosfer bumi dan angin matahari, aktivitas matahari, dan aurora. Sedangkan, sinyal dengan sumber frekuensi tinggi (> 1 Hz) dalam rentang audio MT (AMT) dihasilkan oleh badai dan petir di seluruh dunia.

Elektrik yang bervariasi dan medan magnet yang bervariasi terhadap waktu menginduksi arus ke dalam bumi dan lautan. Arus menghasilkan sinyal magnetolurik yang diukur pada rentang frekuensi menggunakan grounded dipol dan antena medan magnet. Nilai-nilai resistivitas tanah ini kemudian dihitung dari pengukuran magnetotelurik.

Alat Metode Magnetotelurik (MT) dan AMT Merek Phoenix

Aplikasi Metode Magnetotelurik (MT)

Survei metode MT ini biasanya digunakan untuk menyelidiki struktur-struktur dalam dalam lapisan bumi. Sistem panas bumi, misalnya, biasanya menunjukkan kontras resistivitas listrik pada kedalaman beberapa kilometer.

Kedalaman seperti ini biasanya dapat diakses oleh metode MT ini tetapi tidak untuk metode elektromagnetik lainnya. Kemampuan untuk mengidentifikasi fitur geologi menggunakan metode ini bervariasi dengan kedalaman, ukuran target, kontras resistivitas yang dihasilkan, dan geometri dari fitur geologi.

Peralatan Metode Magnetotelurik (MT) dan AMT

Peralatan receiver untuk survei metode magnetotelurik (MT)dan AMT dapat dibentuk konfigurasi untuk menginvestigasi berbagai jenis target yang berbeda dengan menyesuaikan konfigurasi array dan bandwith frekuensinya.

Alat AMT juga bisa dikonfigurasi untuk mengumpulkan CSEM/CSAMT tipe scalar, vector dan medan tensor. Semua data kemudian diolah mengunakan software untuk menghasilkan gambaran 2D dan 3 D fitur geologi.

Cross Section Hasil Metode Magnetotelurik (MT) dan AMT

Resolusi Tinggi Akuisisi MT Data

Alat terbaru kami menggunakan 32-Bit Analog-Digital Converter (ADC) yang secara khusus didesain untuk aplikasi geofisika untuk mengumpulkan data dengan resolusi tinggi bahkan pada lingkungan dengan derajat “kebisingan” yang tinggi.

Alat ini dapat digunakan pada jaringan array dengan atau tanpa GDP. Bentuknya yang kecil dan ringan membuat alat ini cocok untuk akusisi MT bahkan pada terrain yang sulit sekalipun.

Penutup

Metode magnetotelurik (MT) dan AMT merupakan metode elektromagnetik geofisika dengan prinsip elektromagnetik.

Metode MT dan AMT dipergunakan untuk mendeteksi struktur geologi yang dalam pada lapisan bumi.

Jika Anda ingin berkonsultasi tentang metode ini untuk kebutuhan proyek Anda, Silahkan menghubungi Geofisika Indonesia – Konsultan Geofisika Bandung.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top